nak
bibir sang waktu yang menganga
adalah pintu sejarah serupa lembar kertas
dengan anak kunci dan tinta serupa doa pengharapan ibu
di sini
ketika bilah belati terhunus
dan anak panah harus melesat
engkau adalah keajaiban kesaksian
dari ikrar pertalian dan kesepakatan
geraham sang zaman yang gemeretak
adalah ladang penempaan bagi jiwa merdeka
dengan bekal akal dan tawakal
dan tangan yang tak jarang harus mengepal
kemudian
ketika kain kafan harus menjadi selimut
dan suara adzan menghentikan hujan
engkau adalah pewaris rembulan dan matahari
dari perseketuan ikhlas
nak
sebelum hari terakhir merampas sisa nafas kami
bahu kami bukanlah tempat aman untuk bersandar
bersembunyilah dari mata kami
menghindarlah dari kata-kata kami
karena sang waktu telah cukup mengajari
maka
jadikan saja kuburan kami sebagai tempat yang layak kau kenang
karena kami harus berhenti di sini
di bibir sang waktu
dan pintu yang masih terbuka
kami melepasmu
ngw 281011
adalah pintu sejarah serupa lembar kertas
dengan anak kunci dan tinta serupa doa pengharapan ibu
di sini
ketika bilah belati terhunus
dan anak panah harus melesat
engkau adalah keajaiban kesaksian
dari ikrar pertalian dan kesepakatan
geraham sang zaman yang gemeretak
adalah ladang penempaan bagi jiwa merdeka
dengan bekal akal dan tawakal
dan tangan yang tak jarang harus mengepal
kemudian
ketika kain kafan harus menjadi selimut
dan suara adzan menghentikan hujan
engkau adalah pewaris rembulan dan matahari
dari perseketuan ikhlas
nak
sebelum hari terakhir merampas sisa nafas kami
bahu kami bukanlah tempat aman untuk bersandar
bersembunyilah dari mata kami
menghindarlah dari kata-kata kami
karena sang waktu telah cukup mengajari
maka
jadikan saja kuburan kami sebagai tempat yang layak kau kenang
karena kami harus berhenti di sini
di bibir sang waktu
dan pintu yang masih terbuka
kami melepasmu
ngw 281011
Komentar