musim
seperti cakrawala
sebuah perjalanan
pasti akan menemukan tujuan
meskipun terkadang
kaki tak selalu membawa
mengalir laksana angin
nasib dan takdir dalam
satu cawan
yang bukan kebetulan
datang musim membawa
pesan
menggugurkan daun-daun
menelanjangi catatan
musim kemarin
tentang seribu
perburuan
tentang sejuta
ketakkaruan
tentang kealpaan
seekor kodok
terperangkap dalam tempurung
tanpa ia sadari
hatinya tergerak
bukan karena
keterbatasan yang memaksa benak
seekor musang keluar
sarang
mengendus-endus aroma
tubuh birahi
kodok dalam terpurung
hanya ada tarikan nafas
dan denyut jantung
seekor musang keluar
sarang
birahinya membuta
pada sebatang ranting
menggosokkan syahwat
pada musim yang segera
berakhir
byar….
tempurung hanyut oleh hujan
semalaman
pagi sekali sang kodok
memandang matahari
seolah matahari
pertama
dibebaskan dadanya
dari himpitan
berkaca pada genangan
air
memandangi musim
berlalu
berucap dia
ahhh…
aku bercermin
aku melihat sang
musang
aku melihat musim
Komentar