satu waktu, sesaat sebelum bibirmu menyentuh

perlahan
pagi menegakkan dagunya
mengembang senyum yang semalam tertahan
bungah
sang ombak menyambut
membuka sepenuh tangan kepadamu
jalan kenang

kala itu
(hanya ada dua nafas)
hari baru saja menundukkan wajah
setelah rangkaian prosesi terlewati
khusukmu persembahan, lalu
pura kacil depan rumahmu mempersilahkan
sepasang langkah berjanji

merambat
waktu mendewasakan malam
kita
adalah pasir putih yang  diam,
ombak yang memilih sunyi,
malam yang rapat menutup pintu,
dan cerita yang tersimpan kepada pemilik

waktu itu
sesaat sebelum bibirmu menyentuh
kata-katamu adalah pengabuanmu
dan pagi ini
rengkuh lidah ombak serupa ruhmu
tak rela nama itu tertulis
seolah enggan berbagi kenang
dari butir-butir pasir yang sama
menggu kelahiran kembali



pecatu, 22 okt 15

Komentar

Postingan Populer