ma
hai, ma
hari ini angin menuntunku kepadamu kembali
dan entah untuk keberapa kali
masih saja mendung dan gerimis melatari putihnya mimpi
ma,
senja ini bulan telah menampakkan sempurnanya
lihatlah !!!
seperti waktu itu, ketika kita berdua saja menapaki jalan mendaki
menuju puncak keheningan
hanya agar aku bisa menyelipkan edelweis di telingamu
menempelkan dua tanganku di pipimu yang menggigil
lalu dengan terpejam kuciumkan bibirku di keningmu
masih kau ingatkah, ma….?
ma,
dari musim ke musim masih saja pertanyaan itu memanggil-manggilku
mengapa meski kau turuti ajaknya ?
hingga aku harus sendirian mendewasakan waktu
mengapa, ma….
kau biarkan bunga itu mengering abadi di pangkuan ibu ?
ma,
andai saja kau tak penuhi ajakan itu
kita masih di sini
bersama membimbing anak-anak kita
seperti yang kita inginkan, kita ajari mereka dengan sederhana
dengan cara yang sahaja
melihat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang lucu dan cerdik
bersama menghantarkan mereka kepada kebajikan
ma,
sering aku iri ketika melihat anak-anak sekarang
cantik-cantik dan ganteng-ganteng loh mereka
ma, ... ???
ma,
kamu damai kan…?
seperti ajakan itu
ma….???
yeha mn 16062016
Komentar