ayunan bunga kering
ayunan bunga kering
sendiri ditingkah prenjak
sepasang cemara menjulang bertaut ranting
ayunan ini
entah yang keberapa kali
sisi bangku kosong tercermin di mata muram
mengayun angan sore seirama ayunan
dua pasang genggam dalam janji diam
esok mata ini tertutup untukmu
karena dirimu yang terakhir ia kanvaskan di senjanya
akankah binar banggamu menuntunnya menuju keabadian
sebuah rasa yang tak tuntas
aku mencintaimu
yeha
ngw, 030119
Komentar