sajak cemara

sajak cemara
(tentang seorang perempuan dan seorang pelacur)

baik
aku katakan saja kepadamu
tentang langit yang tembus pandang
dan rawa-rawa yang kehilangan air
tak akan pernah ada lagi capung dan anggang-anggang
tak akan ada lagi talas dan enceng gondok
langit yang telah tembus pandang
menyisakan tulang-tulang yang tak lagi putih
seonggok jantung yang tak lagi berdetak
segenggam hati yang mengering
dan nama yang terjejak dikerumunan burung bangkai

baik
aku katakan saja kepadamu
tentang anak-anak yang kehilangan tetek ibunya
tentang perempuan yang kehilangan bulu ketiaknya
dan tentang lelaki yang kehilangan buah zakarnya
karena malam talah terlanjur pergi
karena pagi telah pamit untuk tak datang
dan meninggalkan luka pada langit tembus pandang
dalam ketelanjangan kepala
karena persekongkolan nurani yang terkoyak

baik
aku katakan saja kepadamu
tentang matahari yang terbit dari kemaluan yang terjajah
tentang rembulan yang terbeli oleh akal
karena embun-embun telah pergi dari pelataran pengetahuan
dan menyisakan bunyi musik pesta dari rahim yang tak lagi berongga

baik
tak akan aku tanyakan lagi kepadamu
tentang rumput yang tak lagi menjadi sang pendahulu
tentang siang yang tak lagi memberi pencerahan
karena bumi yang tengkurap
karena angin yang telah menjadi kehampaan
pada jiwa yang telah ditinggal ruh

baik
tak akan aku tanyakan lagi kepadamu
tentang kaidah-kaidah fisika
tentang norma-norma kemanusiaan
karena semua jawabah telah sama maknanya
karena sikap yang telah ditetapkan
dan waktu yang telah dihentikan

baik
tak ada lagi yang aku katakan kepadamu
bukankah pintu telah tertutup rapat
dan sebatang cemara telah menyentuh langit tembus pandang

baik...


yeha batu 251111

Komentar

Postingan Populer