luh


(sebuah matahari)

pernah
bersama malam kita menikam pagi
agar gelapnya menyembunyikan luka yang tak bisa kita tutupi
perjalanan kita yang tak tertulis di kitab

lalu
kita pun pernah membunuh siang
agar terangnya tak mengeringkan nafas kita
karena jalan ini bukan adat

luh
sebelum waktu itu datang
kita adalah persilangan jalan
yang berusaha membuka simpul agar setiap jiwa nyaman melewati
dan kita bertekat membawanya ke pelataran langit
untuk kita prosesikan

sebelum mendung
sebelum megatruh
sebelum pengapian

luh
kita pernah bersama
dalam pelataran doa dan dupa


yeha ngw 19042013



Komentar

Postingan Populer