hai, tuhan
hai, tuhan
ketika angin mati gerak
dan beban sepi menggelayuti kedua lengan malam
apa yang ada dalam rencanamu
sementara
kedua mataku tak jua mendapatkan nikmat
dari janji-janji yang kau berikan
hai, tuhan
permainan macam apa yang akan kau ciptakan
ketika ragaku mulai kelelahan menjadi rumah bagi jiwaku yang gelisah
belingsat merapal setiap tanda yang kau tulisan di dinding langitmu
dan ragaku yang renta pun kian membungkuk
ketika aku muda
waktu seakan lambat mengejarku
hingga aku harus berangan-angan tentang hari esok
dan kini
saat usiaku telah jauh meninggalkan anak-anakku
waktu begitu cepat membawaku
dan ragaku harus menanggung beban bagi jiwaku
menyelesaikan yang belum terselesaikan
hai, tuhan
di malam yang sunyi dan diam ini
ada dua wajah tak berdaya di hadapanku
dua wajah yang menemani hari-hari uzurku
dua wajah yang mengharuskan aku menyapamu
dua wajah yang menjanjikan surgamu
akan kau kemanakan dua wajah itu
ketika wajahku nanti tak nampak lagi di cermin kamarku
hai, tuhan
aku menyapamu malam ini
hanya agar aku tak ragu
ketika ragaku harus kalah dan tak lagi sanggup memberi
ketika aku harus pergi sendiri
dan dua wajah itu pun harus berjuang tanpaku
aku menyapamu
agar kau di dekatku
dan
semua selesai
hai, tuhan
yeha mn 20072011 23.20
ketika angin mati gerak
dan beban sepi menggelayuti kedua lengan malam
apa yang ada dalam rencanamu
sementara
kedua mataku tak jua mendapatkan nikmat
dari janji-janji yang kau berikan
hai, tuhan
permainan macam apa yang akan kau ciptakan
ketika ragaku mulai kelelahan menjadi rumah bagi jiwaku yang gelisah
belingsat merapal setiap tanda yang kau tulisan di dinding langitmu
dan ragaku yang renta pun kian membungkuk
ketika aku muda
waktu seakan lambat mengejarku
hingga aku harus berangan-angan tentang hari esok
dan kini
saat usiaku telah jauh meninggalkan anak-anakku
waktu begitu cepat membawaku
dan ragaku harus menanggung beban bagi jiwaku
menyelesaikan yang belum terselesaikan
hai, tuhan
di malam yang sunyi dan diam ini
ada dua wajah tak berdaya di hadapanku
dua wajah yang menemani hari-hari uzurku
dua wajah yang mengharuskan aku menyapamu
dua wajah yang menjanjikan surgamu
akan kau kemanakan dua wajah itu
ketika wajahku nanti tak nampak lagi di cermin kamarku
hai, tuhan
aku menyapamu malam ini
hanya agar aku tak ragu
ketika ragaku harus kalah dan tak lagi sanggup memberi
ketika aku harus pergi sendiri
dan dua wajah itu pun harus berjuang tanpaku
aku menyapamu
agar kau di dekatku
dan
semua selesai
hai, tuhan
yeha mn 20072011 23.20
Komentar