kisah semata belati pada selembar kertas
malam telah usai
dimana pagi menyediakan seluruh sinarnya
untuk segenap hidup membedakan warna
satu cerita telah tuntas
sang dalang pun telah menutup lakon dengan titik
pada segunduk tanah tanpa nisan
sang belati berkata sendiri:
maaf, sayang...
aku telah membunuh kekasihmu
dan pagi ini
aku pun akan membunuhmu
agar kau tetap tercatat di sini
di kertas jantungku
pagi telah berlalu
dimana embun-embun telah menguap tuntas
sang belati berjalan entah kemana
dengan terik laksana gumpal es di jidatnya
apa yang ia cari kini
sosok yang akan ia bunuh
ternyata selalu berteduh di bayang-bayangnya
yeha mn 29072001 22.55
dimana pagi menyediakan seluruh sinarnya
untuk segenap hidup membedakan warna
satu cerita telah tuntas
sang dalang pun telah menutup lakon dengan titik
pada segunduk tanah tanpa nisan
sang belati berkata sendiri:
maaf, sayang...
aku telah membunuh kekasihmu
dan pagi ini
aku pun akan membunuhmu
agar kau tetap tercatat di sini
di kertas jantungku
pagi telah berlalu
dimana embun-embun telah menguap tuntas
sang belati berjalan entah kemana
dengan terik laksana gumpal es di jidatnya
apa yang ia cari kini
sosok yang akan ia bunuh
ternyata selalu berteduh di bayang-bayangnya
yeha mn 29072001 22.55
Komentar