kamu
dia lahir di pintu malam ketika hari lelah
dengan luka diri sepenuh telapak tangan
yang kelak akan dia genggam erat-erat
dia melintasi waktu ketika tak jarang langkahnya terasa berat
dan membenamkan mimpinya dalam ruang tanpa suara
dia adalah kesaksian dari yang harus
dan kemudian tinggal menjalani
dari satu pilihan yang tak bisa dipilih
dia adalah kebodohan dari keyakinan
yang serupa tuhan dari warna abu-abu
dia adalah keikhlasan yang tak tercatat
dia adalah.....
kamu datang
bersama angin yang sunyi
bersama hujan yang sombong
bersama gunung yang angkuh
bersama laut yang abai
kamu
adalah gerimis yang mengiris
adalah dingin yang menikam
adalah suara yang diam
dia bersama kamu
adalah ..... matamu
mn 071117
dengan luka diri sepenuh telapak tangan
yang kelak akan dia genggam erat-erat
dia melintasi waktu ketika tak jarang langkahnya terasa berat
dan membenamkan mimpinya dalam ruang tanpa suara
dia adalah kesaksian dari yang harus
dan kemudian tinggal menjalani
dari satu pilihan yang tak bisa dipilih
dia adalah kebodohan dari keyakinan
yang serupa tuhan dari warna abu-abu
dia adalah keikhlasan yang tak tercatat
dia adalah.....
kamu datang
bersama angin yang sunyi
bersama hujan yang sombong
bersama gunung yang angkuh
bersama laut yang abai
kamu
adalah gerimis yang mengiris
adalah dingin yang menikam
adalah suara yang diam
dia bersama kamu
adalah ..... matamu
mn 071117
Komentar