sejenak

sejenak langkah menolehkan wajah malam
pada keheningan yang sedari awal mengintai
mengapa selalu kamu

desir lelah mengurai jarak
entah berapa doa telah usai
seperti aliran sungai memuara
tenggelam di namamu

jika nanti waktu di ujung pelarian
dan jejak terhenti di pelataran rumahmu
sesungguhnya sisa nafas hanya untuk memanggilmu

ijinkan
sebelum hitam ini menghapus warna
malam menunggu isyaratmu


mn 0020 201017

Komentar

Postingan Populer